Pemutakhiran Data Pemilih

By Redaksi  Rabu, 16 Juni 2020 10:09:01 WIB - dibaca 72 kali

Pemutakhiran Data Pemilih, KPU Kubu Raya Lakukan Koordinasi dengan Disdukcapil Kubu Raya

 

SUNGAI RAYA - Ketua KPU Kubu Raya, Karyadi  Komisioner beserta beberapa Anggota Komisioner dan jajaran aparatur di sekretariat KPU Kabupaten Kubu Raya mengunjungi Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kubu Raya.

 

Para Komisioner KPU Kabupaten Kubu Raya disambut hangat oleh Kepala Dinas Disdukcapil Kabupaten Kubu Raya, Nurmarini beserta seluruh jajaran aparatur dan operator di Kantor Disdukcapil Kabupaten Kubu Raya pada Senin (15/6/2020).

 

Ketua KPU Kabupaten Kubu Raya, Karyadi secara umum menyampaikan maksud dan tujuan dari kunjungannya, yakni meminta dukungan dalam proses pemutahiran data pemilih setiap sebulan sekali. Pada kesempatan itu, Nurmarini menyampaikan kesiapan dari Disdukcapil Kabupaten Kubu Raya dalam mendukung proses pemutahiran data pemilih yang akan dilakukan oleh KPU Kabupaten Kubu Raya.

 

Sementara itu, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kubu Raya, Ahmad Fauzi mengatakan bahwa koordinasi yang dilakukan oleh KPU dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kubu Raya dalam mendukung proses pemutakhiran data pemilih berdasarkan surat edaran dari KPU RI Nomor. 181/PL.02.1-SD/01/KPU/II/2020 tanggal 28 Februari 2020, tentang Pemutakhiran Data Pemilih berkelanjutan. "Tadi sudah melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Disdukcapil Kubu Raya untuk mendukung proses pemutakhiran data pemilih dengan menyandingkan data update jumlah penduduk dan DPT dari KPU," ujarnya.

 

Fauzi juga menerangkan bahwa terdapat empat elemen data yang akan dilakukan singkronisasi dengan data penduduk di Disdukcapil, di antaranya data penduduk yang meninggal, penduduk pindah datang, peralihan status TNI dan Polri, dan Penduduk yang sudah 17 tahun atau penduduk yang sudah menikah. Kendati demikian, menurutnya berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Ketua Disdukcapil bahwa seringkali didapati masyarakat yang belum melaporkan update terbaru data atau status kependudukannya.

 

Beberapa contoh kasus di antaranya, seperti jika ada warga yang meninggal, para ahli waris atau kerabat dari warga yang meninggal tersebut tidak melapor ke Disdukcapil sehingga tidak diketahui bahwa yang bersangkutan telah meninggal.

Termasuk juga di antaranya, peralihan status TNI dan Polri. Kadangkala, adanya perubahan elemen data status penduduk yang tadinya aparat TNI atau POLRI tidak langsung  terkirim datanya ke Disdukcapil. Sehingga para anggota TNI dan POLRI yang pensiun belum terupdate status informasi kependudukannya dan diberikan hak sebagai warga negara untuk memilih serta dipilih dalam pemilu.

 

"Oleh karena itu kami terus melakukan penyempurnaan data pemilih secara berkala untuk menghasilkan data pemilih yang akurat, berkualitas serta valid," ujarnya.


'